Dinegara berkembang ini sampah bukanlah sesuatu yang sulit
ditemukan. Disungai, dilaut, dijalan, terlebih diselokan sampah selalu menghiasi
pandangan mata kita.
Dikutip dari Geotimes Juli 2015, untuk Jakarta sendiri,
sampah yang dihasilkan sekitar 6000 hingga 6500 ton perhari. Di Pulau bali
dihasilkan 10,725 ton sampah perhari sedangkan di Palembang jumlah sampah yang
dihasilkan meningkat tajam dari 700 ton perhari menjadi 1200 ton perhari.
Sementara untuk sampah kantong plastik saja di Indonesia
mencapai 4000 ton per hari sehingga pertahunnya ada sekitar 100 miliar kantong
plastik yang terkonsumsi di Indonesia.
Secara keseluruhan sampah yang dihasilkan negeri ini
perharinya mencapai 175,000 ton atau setara dengan 0,7 kilogram per orang. Di
mana prediksi tahun 2019 sampah di Indonesia akan menyentuh 67,1 juta ton
pertahun.
Bahkan indonesia menduduki peringkat ke dua terbesar sebagai “PEMBUANG SAMPAH PLASTIK KELAUT”. Hal ini tentu akan menjadi masalah baru bagi kehidupan laut.
Untuk mengatisipasi masalah ini pada tanggal 21 februari mendatang kementrian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK) akan mengadakan aksi bergerak untuk “INDONESIA BEBAS SAMPAH 2020 dan PELAKSANAAN PAY4PLASTIK atau dibaca Pay For Plastik.
Dimana 17 kota di Indonesia Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok,
Bogor, Tanggerang, Solo, Semarang, Surabaya,Denpasar, Palembang, Medan, Balik
papan, Banjarmasin, Makassar, Ambon dan Papua akan menerapkan kantong plastik
berbayar dimana peritel tidak lagi m,enyediakan plastik secara bebas dan
mengharuskan konsumen untuk membayarnya. Untuk harga plastik berbayar ini masih belum
ditetapkan.
Di Denmark menerapkan
hingga 37-65 sen euro atau sekitar hingga 9000 rupiah perkantong. Irlandia
seharga 15 sen Euro atau sebesar 2000 rupiah, perancis dikenakan biaya sebesar
10 sen atau sekitar 1500 rupiah, Inggris sebesar 0.05 pounds atau 1000 rupiah,
Jerman 5-10 sen atau sekitar 1000 rupiah, Taiwan sebesar 2-3 dollar Taiwan atau
sekitar 1000 rupiah, Hongkong sebesar 50 sen
atau sekitar 850 rupiah dan
malaysia sebesar 20 sen ringgit atau sekitar 600 rupiah. Indonesia berapa ya ?
Hal ini disambut baik oleh seluruh lapisan masyarakat. Sekitar
75,9% pelajar / mahasiswa menyetujui hal ini.
Bahkan komunitas-komunitas
pencinta lingkungan dan masyarakat mulai melakukan aksi bawa tumbler “buka
#aksi1000tumbler” untuk mengurangi botol sekali pakai.
Semoga di tahun 2020 kita bisa menjadi negara yang bebas
sampah ヽ(´▽`)/
picture ⓒowner








2 komentar
komentarBermanfaat sekali min, saya dukung Indonesia bebas sampah (y)
Replyemang dah seharusnya kita mengurangi pemakaian kantong plastik :D
Reply